Mediapesisirnews.com, Bagansiapiapi – Dua tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, yakni KH. Zul Komandan, mantan Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kecamatan Bangko, dan tokoh masyarakat Rohil Markasim, SE., menggelar diskusi santai namun sarat gagasan di sebuah warung kopi di Kecamatan Bangko, Senin (10/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog tersebut membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi daerah, terutama kondisi perekonomian Bagansiapiapi sebagai ibu kota Kabupaten Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles.
Dalam diskusi tersebut, Markasim menilai bahwa struktur ekonomi Kecamatan Bangko masih sangat bergantung pada belanja pemerintah daerah. Ia memperkirakan sekitar 90 persen perputaran ekonomi di kawasan itu ditopang oleh APBD Kabupaten Rokan Hilir.
Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah perlu segera menghadirkan terobosan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
"Ekonomi Bangko tidak boleh terus bergantung pada APBD. Pemerintah perlu menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru, terutama yang berbasis potensi lokal," ujar Markasim.
Ia mengusulkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengembangan usaha kerang tambak, pembangunan kawasan kampung nelayan, serta penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui pendirian industri pengolahan seperti pabrik kelapa sawit, pabrik penggilingan belacan, dan sektor usaha produktif lainnya.
Menurut Markasim, Bagansiapiapi memiliki potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
"Pemerintah harus memikirkan bagaimana ekonomi Bagansiapiapi bisa lebih hidup. Potensi kelautan dan pertanian di Kecamatan Bangko sangat besar. Dua sektor ini harus menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Sementara itu, KH. Zul Komandan menyoroti persoalan tingginya angka pengangguran di Kecamatan Bangko. Ia menilai pemerintah daerah perlu menyusun langkah konkret yang mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
"Yang paling mendesak saat ini adalah bagaimana menekan angka pengangguran. Pemerintah harus mencari solusi nyata agar masyarakat memiliki kesempatan kerja yang lebih luas," ujarnya.
Selain itu, Zul Komandan juga meminta agar pelaku usaha lokal, khususnya kontraktor daerah, mendapatkan perhatian lebih dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan.
Menurutnya, pemberdayaan kontraktor lokal akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah karena perputaran uang akan tetap berada di Kabupaten Rokan Hilir.
Pertemuan kedua tokoh tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan belanja APBD sebagai motor penggerak ekonomi, tetapi juga mampu membangun sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal, sehingga Bagansiapiapi dapat kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di pesisir Riau.
Editor: Redaksi








