Mediapesisirnews.com, Bagansiapiapi – Kontestasi politik di tingkat kepenghuluan mulai menghangat menjelang Pemilihan Penghulu (Pilpeng) Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Salah satu figur yang mulai mencuri perhatian publik adalah Maflizar, yang akrab disapa Ijal, setelah secara terbuka memantapkan langkah untuk maju sebagai Calon Penghulu Bagan Jawa. Senin (10/8/2026).
Ijal menyatakan tekadnya untuk membawa Bagan Jawa ke arah yang lebih maju melalui kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga.
Berbeda dengan pola kampanye yang sarat janji, Ijal justru mengedepankan pesan sederhana namun kuat. Dalam poster yang mulai beredar di sejumlah wilayah Bagan Jawa, ia menampilkan slogan “Tidak Banyak Janji, yang Penting Jangan Kosong”, disertai tiga nilai utama yang diusungnya, yakni Amanah, Peduli, dan Kerja Nyata.
"Yang ingin saya bangun adalah kepercayaan masyarakat. Kepemimpinan harus hadir, bekerja, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ijal kepada sejumlah warga dan tokoh masyarakat di Bagan Jawa.
Dukungan terhadap pencalonan Ijal juga datang dari mantan Datuk Penghulu Bagan Jawa, Markasim, yang menyatakan keyakinannya bahwa Maflizar memiliki kapasitas serta pengalaman yang memadai untuk memimpin kepenghuluan tersebut.
Menurut Markasim, rekam jejak Ijal di lingkungan pemerintahan desa menjadi modal penting dalam memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Bagan Jawa.
"Beliau pernah menjadi anggota Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) selama enam tahun dan menjabat sebagai Kaur Pemerintahan selama 12 tahun di Kepenghuluan Bagan Jawa. Pengalaman itu membuatnya memahami struktur pemerintahan desa, kebutuhan masyarakat, serta arah pembangunan yang perlu dilakukan," kata Markasim.
Ia menilai, pengalaman panjang tersebut memberi Ijal pemahaman yang lebih utuh mengenai tata kelola administrasi pemerintahan, pelayanan publik, hingga perencanaan pembangunan di tingkat kepenghuluan.
Pengamat lokal menilai, kemunculan Ijal menambah dinamika Pilpeng Bagan Jawa yang diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Dengan mengandalkan pengalaman birokrasi desa dan pendekatan yang menekankan amanah serta kerja nyata, Ijal dinilai berupaya membangun citra sebagai figur yang memahami persoalan dari dalam sistem pemerintahan kepenghuluan.
Pemungutan suara yang akan digelar pada 27 Oktober 2026 diprediksi menjadi momentum penting bagi masyarakat Bagan Jawa dalam menentukan arah kepemimpinan desa untuk enam tahun ke depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap pemerintahan yang transparan dan responsif, pertarungan gagasan, rekam jejak, dan kapasitas para calon diperkirakan akan menjadi faktor penentu pilihan masyarakat.
Editor: Redaksi








